Beranda / Mengapa Lampung
Mengapa Lampung

Gerbang Sumatera

Lampung sebagai provinsi strategis di ujung selatan Pulau Sumatera, yang diberkahi kekayaan alam di daratan dan di lautan.

Lokasi strategis

Lampung memiliki keunggulan sebagai simpul logistik atau poros maritim internasional.

Lampung merupakan bagian dari Sistem Pendukung Logistik Global yang secara strategis menghubungkan Samudra Hindia, Laut China Selatan, dan kawasan Asia-Pasifik. Jalur ini memperlancar arus perdagangan internasional antara Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika.

49.972,9km²
Luas wilayah
Sumber hal. 4
172
Pulau
17 berpenghuni · Sumber hal. 4
9,4jt
Penduduk
ke-2 di Sumatera · Sumber hal. 4

Waktu tempuh

RuteModaJarakWaktu
Bandar Lampung → Pelabuhan Bakauhenidarat96,5 km50 menit
Pelabuhan Bakauheni → Pelabuhan Merakkapal feri27 km60 menit
Pelabuhan Merak → Jakartadarat109,97 km110 menit
Bandar Lampung (TKG, Radin Inten II) → Jakarta (CGK)udara190 km45 menit

Sumber: FOILA 2026 hal. 4

13
Kabupaten
Sumber hal. 4
2
Kota
Sumber hal. 4
2.446
Desa
229 kecamatan · Sumber hal. 4

Infrastruktur & konektivitas

Pelabuhan, bandara, jalan tol, dan kereta barang sudah tersedia — dengan kapasitas yang masih longgar.

560.000TEU
Kapasitas Pelabuhan Panjang
baru terpakai 23% (128.000 TEU) · Sumber hal. 5
8.846
Pergerakan pesawat, Radin Inten II
Jan–Okt 2026 · Sumber hal. 5
28–45jt ton
Kereta barang ke pelabuhan
kargo saat ini – kapasitas · Sumber hal. 5
252km
Jalan Tol Trans Sumatera
Sumber hal. 5
kereta api

Koneksi Kereta Api Pelabuhan

Jalur angkutan barang yang menangani 28 juta ton kargo (hingga 45 juta ton)

Peluang investasi: jalur ganda kereta api Prabumulih–Tegineneng (Rp37 triliun)

Sumber: FOILA 2026 hal. 5

bandara

Bandara Radin Inten II

Bertransformasi menjadi Aerocity (45 menit Lampung–Jakarta)

Melayani 8.846 pergerakan pesawat, lebih dari 1 juta penumpang, dan 1,45 juta unit kargo (per Oktober 2026). Operator: Angkasa Pura II

Sumber: FOILA 2026 hal. 5

pelabuhan

Pelabuhan Panjang

Gerbang Sumatera menuju perdagangan maritim global

Kapasitas total 560.000 TEUs; utilisasi saat ini baru 128.000 TEUs (23%)

Sumber: FOILA 2026 hal. 5

jalan tol

Jalan Tol Trans Sumatera

Ruas sepanjang 252 km yang menghubungkan Sumatera

Sumber: FOILA 2026 hal. 5

pelabuhan

Pelabuhan Bakauheni

Penyeberangan Bakauheni–Merak 60 menit (27 km)

Sumber: FOILA 2026 hal. 4

alur laut

ALKI-I (Alur Laut Kepulauan Indonesia I)

Lampung berada di ALKI-I — simpul logistik / poros maritim internasional

Bagian dari Sistem Pendukung Logistik Global yang menghubungkan Samudra Hindia, Laut China Selatan, dan Asia-Pasifik; memperlancar arus perdagangan Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika.

Sumber: FOILA 2026 hal. 7

pelabuhan (rencana)

Pelabuhan Lampung Timur

Untuk meningkatkan infrastruktur maritim dan perekonomian

Sumber: FOILA 2026 hal. 27

Sekilas ekonomi

Perekonomian Lampung masih terutama digerakkan oleh sektor pertanian. Kami bertekad mentransformasi pertanian menjadi sektor yang menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat perdesaan.

5,43%
Pertumbuhan Semester I 2026
tertinggi ke-2 di Sumatera · Sumber hal. 8
Rp280,28 T
PDRB Semester I 2026
Sumber hal. 8
Rp523,85 T
PDRB 2025
+5,28% · Sumber hal. 9
10,14%
Kontribusi terhadap ekonomi Sumatera
Triwulan II 2026, peringkat 4 · Sumber hal. 8

Pertumbuhan ekonomi per provinsi, Triwulan II 2026

% year-on-year — Lampung disorot

Sumber: FOILA 2026 hal. 8

Struktur ekonomi 2025

PDRB atas dasar harga berlaku, Rp triliun

Sumber: FOILA 2026 hal. 9

Lapangan usaha terbesar (porsi PDRB)

SektorTriwulan I 2026Triwulan II 2026
Pertanian25,58%28,35%
Industri18,97%18,56%
Perdagangan15,03%14,27%

Sumber: FOILA 2026 hal. 8

Momentum pasar

Daya beli rumah tangga dan pembentukan usaha baru terus meningkat.

+13,92%
Pembelian kendaraan
Jan–Okt 2026 vs 2025 · Sumber hal. 32
+31%
Pembelian mobil (roda 4)
Jan–Okt 2026 · Sumber hal. 32
+7,88%
NIB baru
73.553 terbit Jan–Sep 2026 · Sumber hal. 35
Rp77,6 T
Dana pihak ketiga (DPK)
naik Rp6,6 T (9,3%), Agustus 2026 · Sumber hal. 38

Lihat dashboard pasar →